Pada tahun 1900an sampai tahun 1990an para insinyur (engineer) geologi,geodesi,kehutanan,pertanahan,pertanian dan pengguna peta lainnya umumnya menggunakan peta analog atau peta pada kertas ukuran A3 atau bahkan A0. Seiring perkembangan zaman dan teknologi yang semakin maju, maka komputer dengan memory yang cukup besar juga semakin berkembang pesat. Untuk mempermudah pekerjaan pemetaan maka, dibuat suatu software yang dapat membantu proses pemetaan tersebut. Untuk mengolah bahan/data tersebut, maka peta-peta yang dulunya bersifat analog, maka sekarang sudah bisa di scan dan bebentuk digital untuk selanjutnya diolah menggunakan software tersebut.
Masalah yang biasa dihadapai adalah merubah atau memasukkan informasi geografi pada peta yang sudah di-Scan tersebut. Ada beberapa sistem koordinat yang umum dipakai antara lain, Geograpy (Lat/Lon) atau UTM (universe transverse mercator). Sebenarnya sistem tersebut tidak begitu berbeda jauh hanya saja sistem proyeksinya saja terhadap bentuk bumi yang berbeda. Sistem Geography biasa disebut dengan "Decimal Degree (DD)",Degree Minute Second (DMS), dan Degree Minute (DM), sedangkan UTM memiliki satuan dalam bentuk jarak seperti meter (m) dan memiliki daerah - daerah atau zona - zona tertentu yang berkisar antara 1-60.
Contoh Decimal Degree (DD) = -6,779228 dan 106,855772
Contoh Universe Transverse Mercator (UTM) = 9250264 dan 705101
Apabila ditemukan dalam bentuk Degree Minute Second (DMS) maka perlu dilakukan sedikit perhitungan terlebih dahulu untuk dijadikan format Decimal Degree (Umumnya data yang digunakan untuk rektifikasi/georeferencing berupa Decimal Degree (DD).
misalnya 107 30' 15"
maka untuk merubah menjadi DD dilakukan perhitungan seperti :
30' = 30 menit, maka 30/60 = 0,5
15"= 15 second maka 15/3600 =0,004167
Selanjutnya 0,5 + 0,04167 = 0,504167
dan 107 + 0,504167= 107,504167
Maka koordinat Decimal Degree = 107,504167
Selanjutnya titik tersebut dapat digunakan untuk menentukan titik koordinat dan rektifikasi/georereferensing pada software (ArcGis atw Arc View)
